Saat membaca sebuah teks, Anda pasti pernah membaca teks yang berisi tentang atau menguraikan tentang berbagai kejadian, seperti misalnya bencana alam. Nah, tersebut merupakan salah satu contoh teks eksplanasi yang sering dijumpai dan dibaca.

Kejadian-kejadian tersebut tidak hanya bisa diamati atau dirasakan dampaknya saja, namun secara general dapat dipelajari. 

Mengenal Teks Eksplanasi, Ciri dan Strukturnya

Sebelum membahas lebih lanjut tentang teks eksplanasi beserta berbagai contohnya, mulai dari contoh teks eksplanasi fenomena alam, sosial hingga budaya, akan lebih baik untuk mengetahui apa itu teks eksplanasi.

Eksplanasi sendiri diambil dari bahasa Inggris explanation yang bermakna menjelaskan atau menerangkan. Sedangkan teks eksplanasi berarti teks yang menjelaskan atau menerangkan tentang sebuah peristiwa.

Penjelasan yang diberikan secara runtut mulai dari informasi singkat, penjelasan secara rinci hingga pendapat singkat yang diberikan oleh penulis terhadap kejadian yang dijelaskan tersebut. 

Teks eksplanasi dibuat dengan tujuan untuk menjelaskan suatu fenomena atau peristiwa yang terjadi serta menjelaskan sebab dan akibat dari peristiwa tersebut. Misalnya , dalam contoh teks eksplanasi sosial, membahas tentang sebuah fenomena sosial serta penjelasan tentang sebab akibat dari fenomena tersebut.

Berbeda dengan jenis teks lainnya, teks eksplanasi ini juga memiliki ciri-ciri khusus, yaitu: 

Memiliki Struktur Khusus 

Ciri pertama adalah dalam setiap contoh teks eksplanasi selalu dibuat dengan struktur tertentu. Struktur ini terdiri atas pernyataan umum, kemudian diikuti dengan urutan dari sebab dan akibat lalu disertai dengan interpretasi.

Meskipun terdapat interpretasi dari penulis di dalamnya, namun dalam teks eksplanasi ini tidak bersifat mempengaruhi. Artinya, teks tersebut bersifat informatif dan bukan persuasif.

Informasi Di Dalamnya Berisi Fakta 

Seperti yang disebutkan sebelumnya, penjelasan yang ada di dalam teks eksplanasi berisi tentang informasi yang merupakan fakta dan bersifat ilmiah. Misal dalam membuat contoh teks eksplanasi budaya, maka informasi yang diberikan berasal dari sumber yang ilmiah dan berupa fakta.

Memiliki Urutan Kejadian

Ciri selanjutnya adalah terdapat sequence markers atau penunjuk urutan. Biasanya ditunjukkan dengan penggunaan kata pertama, kedua dan seterusnya. Hal ini bisa Anda lihat pada berbagai contoh dari teks eksplanasi, seperti contoh teks eksplanasi fenomena alam misalnya. Akan ada sequence markers yang menunjukkan urutan kejadian, serta sebab dan akibat. 

Selain mengetahui ciri dari teks eksplanasi seperti yang disebutkan di atas, Anda juga harus mengetahui apa saja struktur pembentuk teks eksplanasi. Seperti yang disebutkan di atas, teks eksplanasi terbentuk dari struktur yang berbeda dengan jenis teks lainnya.

Nah, sebelum membuat contoh teks eksplanasi yang baik, berikut ini adalah struktur dari teks eksplanasi yang harus ada dan terpenuhi.

Pernyataan Umum 

Struktur pertama adalah pernyataan umum yang di dalamnya berisi tentang penjelasan secara umum tentang topik yang dipilih. Misalnya Anda akan membuat contoh teks eksplanasi budaya. Maka pada bagian ini harus dijelaskan tentang budaya secara umum.

Pernyataan umum ini harus diutarakan dalam satu bentuk pernyataan secara umum mengenai topik yang nantinya akan dijelaskan lebih lanjut. Pernyataan umum ini nantinya dalam bagian selanjutnya akan dijelaskan tentang proses terjadinya, proses terbentuknya ataupun proses keberadaannya. Pada bagian ini selain dibuat ringkas juga harus bersifat menarik sehingga bisa membuat pembaca tertarik untuk membaca.

Deretan Penjelas (Sebab – Akibat) 

Bagian struktur selanjutnya adalah deretan penjelas yang didalamnya berisi tentang sebab akibat. Pada bagian ini akan dijelaskan secara rinci tentang proses terjadinya peristiwa atau fenomena yang dipilih sebagai topik.

Misalnya akan dibuat contoh teks eksplanasi fenomena alam. Maka, pada bagian ini akan dijelaskan secara berurutan dan rinci tentang proses terjadinya fenomena alam tersebut dari awal hingga akhir. Atau bisa juga menjelaskan tentang sebab terjadinya fenomena alam tersebut serta dampak atau akibat dari fenomena tersebut.

BACA JUGA:  Teks Prosedur Dalam Bahasa Indonesia

Interpretasi

Bagian struktur yang terakhir adalah interpretasi. Bagian ini berisi tentang kesimpulan dari topik yang sudah dijelaskan sebelumnya. Pada bagian ini bisa juga berisi interpretasi dari penulis namun interpretasi tersebut tidak bersifat mempengaruhi.

Bagian ini hanya mengumpulkan. Misalnya Anda akan membuat contoh teks eksplanasi budaya, maka pada bagian ini akan menjelaskan kesimpulan atau interpretasi dari topik budaya yang dipilih dan dijelaskan di bagian sebelumnya. 

Kaidah Membuat Contoh Teks Eksplanasi Yang Baik

Sebelum membuat salah satu contoh dari teks eksplanasi, seperti contoh teks eksplanasi sosial budaya atau fenomena alam, Anda harus tahu terlebih dahulu cara penulisannya.

Selain struktur seperti yang disebutkan sebelumnya, teks eksplanasi juga harus dibuat berdasarkan kaidah bahasa penulisan yang benar. Berikut ini adalah kaidah penulisan teks eksplanasi yang harus diikuti.

Berfokus Pada Hal yang Sifatnya Umum 

Kaidah pertama dalam pembuatan teks eksplanasi adalah fokusnya berupa hal yang umum dan bukan berfokus pada partisipan manusia. Seperti misalnya dalam contoh teks eksplanasi budaya, maka yang menjadi fokus adalah peristiwa atau hal yang berkaitan dengan budaya secara umum dan bukan berfokus pada partisipan manusianya.

Menggunakan Istilah Ilmiah dan Kata Kerja Aktif 

Dalam penulisan teks eksplanasi, kaidah bahasa yang digunakan selanjutnya adalah menggunakan istilah-istilah ilmiah jika memungkinkan. Misalnya ketika membuat contoh teks eksplanasi fenomena alam, maka dimungkinkan di dalamnya juga terdapat banyak istilah-istilah ilmiah yang berkaitan dengan fenomena alam.

Selain itu, bentuk kata yang digunakan adalah bentuk kalimat aktif yang menggunakan kata kerja aktif.

Menggunakan Konjungsi Kausul dan Waktu 

Seperti dalam penjelasan tentang struktur teks eksplanasi sebelumnya yang terdiri atas sebab dan akibat, maka hal tersebut berdampak pada kaidah bahasa yang digunakan.

Dalam membuat contoh teks eksplanasi, umumnya digunakan konjungsi kausal yang menerangkan sebab akibat serta konjungsi waktu. Konjungsi yang biasanya digunakan antara lain bila, sebelum, pertama, jika, kemudian dan lain sebagainya. 

Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam 

Nah, setelah menyimak bagaimana cara penulisan teks ekplanasi, mulai dari struktur hingga kaidah bahasanya, selanjutnya Anda sudah bisa membuat teks eksplanasi sendiri.

Berikut ini adalah salah satu contoh teks eksplanasi fenomena alam yang sering dijumpai.


Contoh teks eksplanasi fenomena alam banjir
Contoh teks eksplanasi fenomena alam banjir

Banjir adalah salah satu fenomena alam dimana suatu wilayah atau daerah terendam air akibat luapan dari sumber air seperti sungai, danau bahkan air laut. Suatu kondisi dikatakan banjir apabila suatu wilayah atau daerah yang cukup luas terendam air dengan volume yang sangat besar.

Banjir ini bisa terjadi dimana saja, baik di daerah pedesaan ataupun perkotaan. Umumnya, banjir yang sering terjadi di Indonesia disebabkan karena luapan air sungai yang begitu besar ketika musim hujan yang tidak bisa ditampung oleh sungai itu sendiri. 

Banjir terjadi akibat berbagai faktor, baik faktor alami maupun faktor dari manusia. Secara alamiah, banjir bisa disebabkan karena kondisi topografi suatu wilayah atau daerah. Kondisi topografi yang lebih rendah berpotensi lebih tinggi terkena dampak dari bencana hidrometeorologi ini.

Hal ini terjadi karena sejatinya air mengalir dari tempat dengan topografi lebih tinggi ke tempat dengan topografi lebih rendah. Daerah lain yang berpotensi tinggi mengalami banjir adalah Daerah Aliran Sungai (DAS) yang kemiringan lerengnya relatif rendah. 

Penggundulan hutan, penyumbatan saluran air serta kurangnya area resapan air juga menjadi beberapa penyebab timbulnya banjir. Penggundulan hutan yang terus terjadi otomatis membuat fungsi dari hutan sebagai resapan air pun menghilang.

Inilah yang kemudian membuat terjadinya banjir saat musim hujan. Selain itu, aliran air yang tersumbat menjadi penyebab lain yang tak kalah signifikan saat terjadi banjir. Aliran air yang tersumbat membuat air tidak bisa mengalir sebagaimana mestinya sehingga terus menggenang bahkan dalam volume yang sangat besar saat masuk musim hujan. 

Selain itu ada juga jenis banjir rob yang terjadi akibat meluapnya air laut ke wilayah yang berada di dekatnya. Banjir rob ini hanya terjadi di daerah dekat pantai atau daerah yang dari segi topografi memiliki ketinggian lebih rendah dari permukaan air laut. Fenomena alam banjir ini kemudian juga membawa dampak yang sangat signifikan, baik bagi lingkungan maupun bagi kehidupan sosial.

Kerusakan sarana dan prasarana akibat banjir tentu akan menghambat aktivitas sehari-hari. Belum lagi kerugian material akibat barang-barang yang rusak atau hanyut akibat banjir.

Selain itu, pasca banjir juga pasti diikuti dengan munculnya berbagai wabah penyakit akibat kondisi lingkungan yang kotor. Penyakit yang timbul pasca banjir diantaranya adalah diare, berbagai penyakit kulit dan berbagai jenis penyakit lainnya. 

Banjir yang merupakan salah satu jenis bencana alam ini memang tidak bisa diprediksi kapan terjadinya. Memang secara umum banjir terjadi saat musim hujan dimana air yang jatuh ke bumi volumenya lebih besar dibandingkan biasanya.

Volume air yang besar yang tidak mampu ditampung oleh aliran sungai kemudian meluap dan menyebabkan terjadinya banjir. Banjir terjadi dalam berbagai bentuk. Faktor yang menyebabkannya pun beragam. Tentu saja, setelah terjadinya banjir ini akan mengakibatkan kerusakan serta dampak sosial bagi yang terkena. 

Contoh Teks Eksplanasi Sosial

Ada berbagai fenomena atau peristiwa sosial yang bisa dijadikan contoh teks eksplanasi sosial. Salah satunya adalah fenomena sosial tentang pengangguran yang saat ini semakin tinggi jumlahnya.

BACA JUGA:  Cara Membuat Daftar Pustaka

Nah, berikut ini adalah contoh dari teks eksplanasi tentang fenomena atau peristiwa sosial yang terjadi di tengah masyarakat.


Contoh teks eksplanasi sosial pengangguran
Contoh teks eksplanasi sosial pengangguran

Pengangguran merupakan sebuah fenomena sosial yang terjadi di tengah masyarakat berkaitan dengan tenaga kerja. Pengangguran sendiri adalah orang atau masyarakat yang masuk dalam kategori usia produktif namun tidak atau belum memiliki pekerjaan atau juga masih dalam tahap mencari pekerjaan sehingga belum memiliki penghasilan.

Fenomena ini sangat banyak dijumpai di tengah masyarakat. Tidak hanya di Indonesia, fenomena ini juga terjadi di berbagai negara di belahan bumi lain.  Bahkan hingga kini, masih belum ada solusi yang bisa mengatasi jumlah pengangguran yang begitu tinggi di Indonesia. 

Pengangguran memang bukanlah fenomena sosial yang terjadi di Indonesia saja. Semua negara di dunia juga mengalami masalah atau problem sosial yang sama, meskipun jumlahnya tidak sebesar di Indonesia. Hal tersebut membuktikan jika pengangguran menjadi masalah dan fenomena yang umum dialami di tengah masyarakat. 

Fenomena sosial pengangguran ini terjadi disebabkan oleh banyak faktor. Faktor pertama yang menyebabkan terjadinya pengangguran adalah adanya perubahan dalam struktur perekonomian.

Adanya perubahan struktur dalam bidang perekonomian ini menuntut setiap tenaga kerja untuk memiliki ketrampilan yang tinggi dan beragam. Hal inilah yang membuat para tenaga kerja atau bahkan pencari kerja kesulitan dalam memenuhi standar atau tuntutan yang diberikan tersebut. 

Faktor selanjutnya yang menyebabkan tingginya tingkat pengangguran adalah karena tingkat pendidikan yang rendah. Kembali lagi pada tuntutan industri maupun struktur ekonomi yang membutuhkan tenaga kerja yang trampil.Ketrampilan ini salah satunya didapatkan dari pendidikan formal maupun non formal.

Sayangnya kondisi pendidikan yang tidak merata membuat tidak semua orang dewasa yang masuk dalam usia kerja memiliki ketrampilan yang mumpuni dan dibutuhkan oleh industri. Inilah yang kemudian menyebabkan tingkat pengangguran semakin tinggi. 

Berikutnya adalah kesempatan kerja yang tidak sesuai dengan jumlah pencari kerja. Inilah yang menjadi faktor paling utama yang menyebabkan jumlah pengangguran, terutama di Indonesia terus bertambah setiap tahunnya.

Kurangnya lapangan kerja membuat kesempatan kerja bagi pencari kerja semakin kecil. Belum lagi jika standar yang dibutuhkan oleh industri semakin tinggi sementara kualitas pencari kerja yang tidak seimbang membuat kesenjangan tersebut semakin besar. 

Terakhir ada faktor pemutusan hubungan kerja yang juga menjadi faktor penyebab tingginya pengangguran. Hal ini biasanya terjadi akibat kondisi ekonomi yang tidak stabil sehingga perusahaan harus mengupayakan berbagai cara agar bisa tetap berproduksi di tengah kondisi ekonomi yang sulit.

Salah satunya dengan PHK. Akibat dari tingginya angka pengangguran ini menyebabkan berbagai permasalahan, baik di bidang ekonomi maupun sosial. Salah satunya adalah tingkat kriminalitas yang juga kian meningkat. 

Sebagai sebuah fenomena sosial yang cukup besar, mengatasi tingkat pengangguran yang terus bertambah menjadi sebuah hal yang harus segera dicari solusinya. Perbaikan dan pemerataan pendidikan salah satunya.

Dengan pemerataan pendidikan diharapkan masyarakat dengan usia kerja bisa memiliki ketrampilan yang cukup untuk digunakan dalam industri. 

Contoh Teks Eksplanasi Budaya

Terakhir adalah contoh teks eksplanasi budaya. Tidak berbeda jauh dengan contoh teks eksplanasi sosial ataupun fenomena alam, contoh dari teks eksplanasi budaya juga biasanya mengangkat topik fenomena atau peristiwa yang berkaitan dengan budaya.

BACA JUGA:  Contoh Surat Izin Sekolah

Fenomena yang diangkat tidak harus terkini, asalkan merupakan sebuah kebenaran atau fakta. Berikut ini adalah salah satu contohnya.


Contoh teks eksplanasi sosial budaya
Contoh teks eksplanasi sosial budaya

Jika mendengar kata budaya maka yang terlintas di pikiran setiap orang biasanya berhubungan dengan hal-hal yang berbau tradisional. Tak jarang budaya juga diasosiasikan dengan simbol dan produk budaya dari setiap daerah.

Apalagi di Indonesia yang memiliki suku bangsa yang beragam. Padahal sebenarnya, budaya tidak selalu tentang hal-hal yang berkaitan dengan hal tersebut. 

Budaya sendiri sebenarnya merupakan suatu cara hidup, baik berupa kebiasaan atau lainnya, yang berkembang di masyarakat dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Dari pengertian yang bersifat umum ini, segala hal yang berkaitan dengan hal-hal tradisional juga termasuk sebagai budaya karena merupakan cara hidup dan kebiasaan yang dilakukan dan berkembang di masyarakat pada jaman dulu bahkan masih dilakukan di jaman sekarang.

Namun jika dilihat secara umum, di era modern seperti saat ini, banyak budaya baru yang berkembang sebagai akibat dari perkembangan jaman dan teknologi yang ada. 

Budaya selalu berubah dan berkembang setiap saat tergantung pada bagaimana masyarakat hidup. Maka dari itu, seiring perkembangan jaman, maka budaya yang terjadi dan digunakan di tengah masyarakat pun ikut berubah.

Hal ini disebabkan oleh banyak faktor. Faktor pertama adalah karena perubahan dari manusia itu sendiri. Manusia memiliki sifat selalu berkembang. Hal inilah yang kemudian juga menghasilkan perubahan dalam kebutuhan hidup dan cara hidup untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Sehingga kemudian berdampak pada perubahan budaya yang terjadi di tengah masyarakat. 

Faktor kedua yang menyebabkan perubahan budaya adalah adanya kebutuhan manusia untuk saling berhubungan dengan manusia lain. Hubungan ini bisa dilakukan baik secara langsung maupun secara tidak langsung.

Contohnya adalah komunikasi. Dahulu kala, masyarakat menggunakan teknologi sederhana seperti kentongan untuk berkomunikasi ataupun memberikan informasi. Seiring perkembangan jaman, teknologi pun terus berkembang sehingga terciptalah teknologi yang memudahkan komunikasi seperti telpon atau hp.

Perkembangan teknologi ini kemudian menyebabkan budaya di tengah masyarakat pun berubah. Masyarakat yang dahulu memiliki budaya hidup berkelompok kini cenderung hidup dengan budaya individual. 

Adanya perubahan lingkungan yang cukup ekstrem menjadi faktor terakhir yang menyebabkan perubahan pada budaya masyarakat. Manusia yang hidup bergantung pada alam dan berdampingan dengan alam tentu membutuhkan alam untuk bertahan hidup.

Dari segi sosial, manusia juga membutuhkan lingkungan sekitarnya dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar, baik untuk bertahan hidup maupun untuk kebutuhan sosialnya. Karena itu, perubahan pada lingkungan, baik lingkungan sosial maupun alam yang ekstrem tak ayal juga akan mengubah budaya di tengah masyarakat. 

Tidak bisa dipungkiri jika memang budaya akan terus berubah seiring perkembangan jaman. Perubahan yang terjadi tersebut tidak selalu bersifat buruk. Ada pula perubahan budaya yang bersifat baik dan justru membantu manusia dalam bertahan hidup, karena pada dasarnya budaya sendiri merupakan suatu cara hidup.

Pelestarian budaya lama atau tradisional perlu dilakukan agar budaya tradisional yang menjadi cikal bakal budaya modern tidak sepenuhnya hilang. Justru yang harus diperhatikan adalah bahwa adanya budaya lama atau budaya tradisional justru bisa menjadi acuan untuk mengembangkan budaya masa kini. 

Demikian tadi penjelasan lengkap tentang teks eksplanasi, mulai dari pengertian, ciri, struktur dan kaidah penulisannya. Dengan penjelasan di atas, kini bisa menjadi panduan bagi Anda dalam menulis contoh teks eksplanasi yang benar.

Teks eksplanasi yang memiliki struktur dan ciri yang berbeda dengan jenis teks yang lain ini merupakan jenis teks yang digunakan untuk menjelaskan suatu peristiwa atau fenomena tertentu.

Misalnya untuk menjelaskan fenomena sosial, maka dengan penjelasan di atas akan membantu dan memudahkan Anda dalam membuat contoh teks eksplanasi sosial. Semoga ulasan, penjelasan dan contoh yang diberikan di atas juga bisa meningkatkan wawasan Anda tentang berbagai jenis teks.