Dalam bahasa Indonesia, terdapat dua jenis kalimat yang sering digunakan, yakni kalimat aktif dan pasif. Kedua kalimat tersebut memiliki pengertian dan perbedaan yang mencolok dalam penggunaannya, mulai dari pola kalimat hingga letak subjek yang digunakan dalam susunan kalimat.

Untuk mengetahui lebih lengkapnya berikut merupakan penjelasan singkat mengenai kedua jenis kalimat tersebut, berikut contoh dan cara penggunaannya. 

Pengertian Kalimat Aktif dan Pasif

Secara pengertian, kedua kalimat ini memiliki beberapa perbedaan. Kalimat aktif merupakan jenis kalimat yang subjeknya aktif dengan melakukan predikat pada objek. Dalam penggunaannya, kalimat aktif memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 

  1. Predikat, atau kata kerja dalam kalimat aktif biasanya ditambahi imbuhan. Penggunaan imbuhan yang paling sering digunakan adalah Me- ataupun Ber-. 
  2. Pola kalimat aktif berurutan menggunakan S-P-O-K, yakni subjek, predikat, objek dan keterangan. Dalam beberapa contoh penggunaan, ia juga menggunakan pola S-P-K, tanpa menggunakan objek pada kalimatnya. 
  3. Perbedaan kalimat aktif dan pasif bisa dilihat dalam tindakan yang dilakukan. Pada kalimat aktif, subjek akan langsung melakukan predikat atau kata kerja yang langsung mengenai objek kalimat yang digunakan. 
  4. Kalimat aktif diperbolehkan tidak memakai objek. Setelah kata kerja, penggunaan objek bisa digantikan dengan keterangan sebagai pelengkap kalimat. 

Berbeda dengan kalimat aktif, kalimat pasif memiliki pengertian yang berbeda. Ia merupakan jenis kalimat yang mana subjek kalimat dikenai predikat atau kata kerja oleh objeknya. Sehingga, bisa terlihat bahwa dalam pengertian, kedua kalimat ini memiliki makna yang bertolak belakang satu sama lain. 

BACA JUGA:  Teks Prosedur Dalam Bahasa Indonesia

Seperti kalimat aktif, kalimat pasif juga memiliki ciri yang membedakan keduanya. Berikut merupakan beberapa ciri penggunaan kalimat pasif dalam aturan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. 

  1. Objek yang digunakan dalam kalimat pasif merupakan subjek yang digunakan dalam kalimat aktif. Sehingga, ketika menggunakan kalimat pasif, subjek berfungsi sebagai penderita. 
  2. Kalimat aktif dan pasifmemiliki perbedaan dalam penggunaan imbuhan dalam kata kerja. Untuk kalimat pasif, imbuhan yang paling sering digunakan adalah ter-, di, atau imbuhan ter- dan -kan yang digunakan sekaligus. 
  3. Kata kerja atau predikat dalam kalimat pasif merupakan kata ganti subjek atau orang, yang kemudian disusul oleh predikat yang kehilangan awalan. Dalam bahasa Indonesia, ini disebut predikat persona. 
  4. Umumnya, ketika diaplikasikan menjadi kalimat pasif, ia sering diikuti oleh dengan kata oleh ataupun dengan. 

Contoh Penerapan Kalimat Aktif dan Pasif dalam Bahasa Indonesia

Dalam penerapannya, terdapat beberapa jenis kalimat aktif maupun pasif. Jenis kalimat aktif tersebut di dasarkan pada perbedaan susunan kalimat, begitu pula dengan jenis kalimat pasif. Berikut merupakan empat jenis kalimat aktif yang ada dalam bahasa Indonesia. 

Jenis kalimat aktif dibagi menjadi beberapa bagian yakni transitif dan intransitif. Dalam jenis transitif, kemudian dibedakan lagi menjadi tiga bagian, yaitu ekatransitif dan dwitransitif. Berikut merupakan penjelasan mengenai jenis berikut contoh dalam penggunaan kalimatnya. 

Kalimat Aktif Transitif

Jenis kalimat aktif yang satu ini memerlukan objek dalam susunan kalimatnya. Polanya akan menjadi S-P-O-K atau S-P-O-K-Pelengkap.

Contoh dari penggunaan kalimat aktif transitif adalah:

Kakak memasak sayur di dapur; Andi berangkat ke sekolah; serta Mawar belajar di ruang tamu.

Dalam contoh tersebut, semua subjek melakukan predikat secara langsung dengan tambahan objek dan keterangan di akhir kalimatnya.

BACA JUGA:  Contoh Teks Eksplanasi Lengkap dengan Pengertian, Struktur, Ciri Serta Kaidah

Perbedaan kalimat aktif dan pasif juga terlihat dalam kualifikasi jenisnya. Dalam kalimat aktif  transitif terdapat dua jenis lagi yang dibedakan berdasarkan pola kalimatnya. Berikut merupakan penjelasan jenis kalimat transitif tersebut.

A. Ekatransitif 

Dalam penerapannya, kalimat ini tidak membutuhkan keterangan, sehingga pola kalimat hanya berhenti pada objek.

Tidak adanya keterangan maupun pelengkap disebabkan kalimat sudah bisa dipahami tanpanya, susunan kalimat yang terbentuk adalah S-P-O.

Beberapa contoh kalimat ekatransitif adalah:

Ani meminum obat; Ayah memperbaiki sepeda; atau Ibu memasak lauk-pauk.

B. Dwitransitif

Kalimat aktif yang satu ini menggunakan objek sekaligus keterangan maupun kata pelengkap. Sehingga, susunan kalimat yang digunakan menjadi S-P-O-K-Pel.

Contoh dari jenis kalimat aktif ini adalah:

Andi bermain bola di lapangan, Ayah bekerja di ladang, dan Kakak berangkat ke sekolah dengan sepeda

Susunan kalimat inilah yang membuat perbedaan kalimat aktif dan pasif dalam penggunaannya. 

Intransitif 

Selanjutnya adalah kalimat aktif intransitif. Ia merupakan kalimat aktif yang susunan kalimatnya tidak menggunakan objek, akan tetapi tetap disertai keterangan atau kata pelengkap, sehingga pola yang terbentuk adalah S-P-K-Pel.

Contoh kalimat dalam penerapan kalimat aktif intransitif adalah:

Andi pulang pada sore hari, Ika bermain setiap hari, Ika memasak di dapur.

Contoh kalimat aktif dan pasifdalam penerapannya memang berbeda, terlihat dari jenis kalimat serta susunannya. Kalimat pasif juga memiliki beberapa jenis yang dibedakan berdasarkan susunan kalimatnya dan penggunaan kata. Berikut merupakan penjelasannya.

Dibedakan Berdasarkan Objek

Dalam penggunaan objek di susunan kalimat, kalimat pasif dibagi menjadi dua jenis, yakni transitif dan intransitif. Dalam kalimat transitif, kalimat dilengkapi dengan objek, baik dengan keterangan maupun kata pelengkap.

Contohnya adalah:

Laptop dipakai Dimas, Motor dikendarai Ayah untuk bekerja, Nasi dimakan ibu.

Sedangkan intransitif merupakan kalimat pasif yang tidak menggunakan objek dalam susunan kalimatnya, akan tetapi ia menggunakan kata keterangan maupun pelengkap.

BACA JUGA:  Cara Membuat Daftar Pustaka

Contohnya bisa dilihat dalam kalimat:

Ayam goreng dimakan ketika sarapan, Gajah dipelihara di dalam kebun binatang, dan Ponsel dimainkan ketika bosan.

Dibedakan Berdasarkan Predikat

Dalam penggunaan kalimat aktif dan pasif, letak dan penggunaan predikat akan mempengaruhi susunan katanya. Begitu pula dengan kalimat pasif, terdapat dua jenis kalimat aktif yang dibedakan berdasar predikatnya, yakni tindakan dan keadaan.

Dalam pasif tindakan, predikat yang digunakan merupakan kata kerja tindakan. Imbuhan yang digunakan adalah di atau di-kan, contohnya:

Buah itu dimakan Sandi dan Petasan dinyalakan oleh kakak.

Sedangkan pasif keadaan, kata kerja yang digunakan dalam susunan kalimat adalah predikat keadaan. Imbuhan yang digunakan adalah ke-an. contohnya bisa dilihat dalam kalimat:

Pasar terbakar kemarin sore dan Andi kedinginan karena terkena air hujan.

Setelah mengetahui contoh kalimat aktif dan pasif, selanjutnya merupakan cara mengubah susunan kalimat tersebut. Untuk mengubah kalimat aktif menjadi pasif maupun sebaliknya, terdapat dua cara, yakni menukar letak subjek menjadi objek, ataupun sebaliknya.

Contohnya adalah sebagai berikut:

Ibu makan buah (kalimat aktif) menjadi Buah dimakan oleh ibu.

Pada kalimat tersebut, ibu adalah subjek, sedangkan buah adalah objek. Dengan mengubah letak, perubahan jenis kalimat dari aktif menjadi pasif bisa dilakukan. 

Demikian penjelasan mengenai kalimat aktif maupun pasif berikut penggunaannya serta contoh kalimat aktif dan pasif. Perbedaan pengertian masing-masing jenis kalimat, bisa membantu Anda untuk lebih memahami dan menggunakan kalimat aktif maupun pasif dalam percakapan maupun penulisan bahasa Indonesia sehari-hari.