Rantai makanan dapat didefinisikan sebagai proses perpindahan energi berupa makanan yang dihasilkan oleh sumber daya tumbuhan menuju deretan seri organisme lain melalui piramida atau jenjang makan.

Secara mudahnya, rantai makanan adalah proses alami makan dan dimakan organisme yang hidup di sebuah ekosistem. Rantai makanan dapat ditemukan di sekitar, misalnya di ekosistem sawah.

Berikut penjelasan tentang rantai makanan di sawah yang perlu diketahui.

Komponen Rantai Makanan di Sawah

Seperti halnya ekosistem pada umumnya, di sawah dapat ditemukan rantai makanan yang berjalan sesuai siklus alaminya. Rantai makanan ini terdiri atas komponen-komponen yang saling berkaitan.

Jika salah satunya tidak ada, maka bisa menyebabkan komponen lain terganggu. Akibatnya rantai makanan pun tidak dapat bersiklus secara alami. Berikut komponen rantai makanan yang ada di sawah.

1. Produsen

Adapun komponen yang berperan sebagai produsen dalam rantai makanan di sawah adalah tumbuhan autotrof (sebutan untuk makhluk hidup yang dapat menghasilkan energi makanan sendiri).

Tumbuhan autotrof ini bisa berupa padi dan rerumputan. Tumbuhan ini menghasilkan energi melalui proses fotosintesis yang dijalankan dengan bantuan sinar matahari dan klorofil. Hasil energinya digunakan sebagai cadangan makanan sendiri serta untuk makhluk hidup lain.

2. Konsumen I

Gambar keong sawah
Gambar keong sawah

Konsumen tingkat I adalah sebutan untuk makhluk hidup yang mendapatkan makanan secara langsung dari produsen.

Pada ekosistem sawah, yang berperan sebagai konsumen I adalah makhluk hidup herbivora seperti binatang tikus, keong sawah, atau serangga. Binatang tersebut memakan padi atau rerumputan secara langsung tanpa perantara.

BACA JUGA:  Ciri-Ciri Makhluk Hidup

2. Konsumen II

Kodok merupakan salah satu Konsumen tingkat II pada mata rantai makanan di sawah
Kodok merupakan salah satu konsumen tingkat II pada mata rantai makanan di sawah

Konsumen tingkat II yakni istilah bagi makhluk hidup yang memperoleh makanan dari konsumen I. Jenis konsumen II ini karnivora, tapi hanya memakan binatang tertentu yang ukurannya cenderung lebih kecil.

Pada rantai makanan di sawah, yang menempati peran konsumen II misalnya ular sawah atau katak.

3. Konsumen III

Burung elang sebagai salah satu konsumen tingkat III di sawah
Burung elang sebagai salah satu konsumen tingkat III di sawah

Konsumen III menjadi tingkatan konsumen teratas yang mendapatkan makanan dari konsumen II. Pada urutan rantai makanan, konsumen III menempati posisi tingkat tropik paling tinggi yaitu keempat.

Konsumen III juga karnivora, hanya saja santapannya lebih besar daripada makanan konsumen II. Contoh konsumen III dalam ekosistem sawah yaitu burung elang atau ular pemangsa musang.

4. Organisme Pengurai

Cacing tanah merupakan salah satu organisme pengurai di sawah
Cacing tanah merupakan salah satu organisme pengurai di sawah

Organisme yang berfungsi sebagai pengurai mempunyai sifat heterotrof atau tidak dapat menghasilkan energi makanan sendiri. Oleh karena itu, organisme ini membutuhkan organisme lain sebagai asupan energi. Adapun yang termasuk organisme pengurai sebagai contoh: cacing, jamur dan bakteri.

Siklus Rantai Makanan di Sawah

Urutan siklus rantai makanan di sawah serupa dengan rantai makanan pada ekosistem lain. Siklus dimulai dengan produsen yang menghasilkan energi secara mandiri melalui proses fotosintesis. Selanjutnya konsumen tingkat I memangsa sumber makanan dari produsen. 

Setelah hidup untuk beberapa lama, konsumen tingkat I akan dimangsa oleh konsumen tingkat II. Selanjutnya, konsumen tingkat II pun akan disantap oleh konsumen tingkat III. Jika sudah mati, konsumen tingkat III akan diurai hingga menjadi bagian tanah yang kemudian dijadikan sumber pembuatan energi oleh produsen.

Sementara itu, jika diaplikasikan pada ekosistem sawah siklusnya menjadi seperti berikut. Padi menghasilkan energi melalui proses fotosintesis yang dibantu zat hara dari tanah dan sinar matahari. Setelah padi tumbuh, tikus akan memakan padi. 

Selanjutnya tikus dimakan oleh ular sawah atau musang. Setelah itu, ular sawah akan dimakan oleh elang dan musang akan dimakan oleh ular yang ukurannya lebih besar.

BACA JUGA:  Proses Fotosintesis

Ketika sudah mati, baik elang ataupun ular besar akan menjadi bangkai. Tugas mikroorganisme dalam tanahlah yang akan mengurai bangkai tersebut menjadi dekomposer.

Contoh Rantai Makanan di Sawah

Setiap sawah mempunyai karakteristik masing-masing yang saling berbeda satu sama lain. Itulah sebabnya, antara sawah satu dengan yang lain memiliki kondisi ekosistem berbeda.

Selain dikarenakan faktor alam, jenis makhluk hidup yang hidup di dalamnya juga turut mempengaruhi rantai makanan di ekosistem tersebut. Berikut beberapa contoh rantai makanan pada ekosistem sawah.

1. Kelompok Tikus – Elang 

Kelompok ini melibatkan empat makhluk hidup dengan peran padi sebagai produsen, tikus berperan menjadi konsumen tingkat I, ular sebagai konsumen tingkat II, elang menjadi konsumen tingkat III, serta dekomposer bertugas sebagai pengurai. Pada siklus ini, energi yang dihasilkan dari sinar matahari menjadi faktor pendukung siklus rantai makanan di sawah.

Pertama, padi sebagai produsen membuat makanan sendiri dengan cara proses fotosintesis yang dibantu energi dari sinar matahari. Setelah makanan berhasil dibuat, padi menyimpannya sebagai cadangan energi, dan sebagai diberikan makhluk lain. Selanjutnya, tikus akan menyantap hasil makanan yang dibuat oleh padi. 

Setelah tikus mendapatkan makanan, apabila sudah waktunya ular sawah sebagai konsumen II akan memangsa tikus yang notabene konsumen I. Sesudahnya, elang yang berperan sebagai konsumen III mendapatkan makanan dengan memangsa ular yang telah memakan tikus sawah. Suatu ketika, jika ular tersebut mati organisme tanah akan menjadikan bangkainya sebagai dekomposer penyubur tanah yang digunakan padi untuk bahan fotosintesis.

2. Kelompok Serangga — Katak

Siklus ini lebih sederhana daripada kelompok tikus — elang, karena hanya melibatkan tiga makhluk hidup. Padi berperan sebagai produsen, serangga sebagai konsumen tingkat I, katak menjadi konsumen tingkat II, dan organisme pengurai. Padi menghasilkan sumber makanan dari fotosintesis dengan bantuan sinar matahari. 

BACA JUGA:  Daur Hidup Kupu-Kupu

Setelah itu, konsumen tingkat I berupa serangga akan memakan energi makanan yang telah dihasilkan oleh padi. Selanjutnya, konsumen tingkat I pada rantai makanan di sawah ini akan dimangsa oleh katak selaku konsumen tingkat II.

Jika sudah waktunya mati, katak akan menjadi bangkai. Organisme pengurai akan mengubah bangkai ini menjadi salah satu dekomposer untuk kesuburan tanah.

3. Kelompok Manusia

Secara definitif, manusia memang tidak tinggal di sawah. Akan tetapi, pada perputaran siklus rantai makanan pada ekosistem sawah, manusia turut mempunyai andil. Padi yang telah menghasilkan sumber energi sendiri akan dipanen oleh manusia.

Setelah melalui proses pengolahan, manusia menyantap nasi. Apabila manusia sudah meninggal, maka organisme di dalam tanah akan mengurai jasad tubuh manusia.

4. Kelompok Rantai Makanan Kompleks 

Rantai makanan yang kompleks melibatkan lima makhluk hidup, meliputi padi, burung pemakan biji-bijian, ular sawah, burung elang, serta organisme dekomposer.

Tumbuhan padi memproduksi energi makanan dengan bantuan sinar matahari. Setelahnya, burung pemakan biji-bijian sebagai konsumen I akan memakan padi tersebut. 

Siklus yang terjadi selanjutnya adalah burung pemakan biji akan dimangsa oleh ular sawah selaku konsumen II. Setelah itu, ular sawah akan dimakan oleh elang yang ketika suatu saat elang tersebut mati, bangkainya akan diurai oleh organisme dekomposer dalam tanah.

Penutup

Itulah informasi seputar rantai makanan di sawah yang dapat ditemukan di sekitar. Ekosistem bekerja sesuai dengan siklus alaminya. Apabila salah satu komponen tidak ada atau bermasalah, maka dapat menimbulkan gangguan pada komponen lainnya.

Hal inilah yang harus diperhatikan agar siklus alam tetap berputar sebagai mana mestinya, karena jika ada yang terganggu bisa menyebabkan dampak kerusakan bagi manusia.